MANJADDA WA JADA

SUKSES ITU BERPROSES

SIAPA BERSUNGGUH-SUNGUH DIA PASTI BISA
     Manusia di ciptakan oleh Allah Swt ke muka bumi ini dengan beragam bentuk dan keadaan,  satu sama lain pasti ada saja kekurangannya, tapi yakinlah bahwa itu semua merupakan suatu kesempurnaan dari Allah swt, yang patut untuk kita sukuri, namun apapun bentuk kekurangan itu bukanlah suatu alasan untuk bermalas-malasan menjadikan  halangan buat seseorang untuk maju menggapai cita – cita.

     banyak sekali orang  yang memiliki suatu kekurangan hidup namun  tetap mimiliki suatu kelebihan yang tidak dimiliki oleh orang kebanyakkan, sebenarnya dalam diri setiap manusia itu ada potensi-potensi yang belum tergali, ada potensi yang belum terkuak, namun manusia itu tidak tahu harus memulainya dari sudut mana, karena adanya keterbatasan Ilmu Pengetahuan, sehingga tidak mampu mengolah semua potensi yang sudah di sediakan oleh Allah pada kita umat Manusia, jadi untuk apa kita harus mengeluh dan berpangku tangan dalam hidup ini,  mari kita manfaatkan semua potensi pada diri kita yang sudah di karuniakan oleh Allah Swt, sehingga setiap pribadi menjadi Manusia-manusia yang mandiri, tidak lagi bergantung pada siapapun, kecuali hanya pada Allah sang pencipta. apabila kita mau mensyukuri semua nikmat dari Allah Swt, baik itu nikmat yang baik maupun nikmat yang kita anggap kurang baik pasti Allah akan selalu memberikan Rahmatnya buat kita sekalian. akan membukakkan jalan buat kita untuk mengarungi dan memecahkan semua isi alam ini,

     Kekurangan hidup yang kita miliki adalah suatu pemicu atau penyemangat buat kita untuk lebih giat lagi berjuang di bandingkan orang yang lebih sempurna dari hidup kita, tidak perlu lagi kita harus meratapi kekurangan itu, tidak lagi kita harus bermuram durja, karena hanya akan membawa hidup kita jatuh terpuruk kejurang yang lebih dalam lagi, anggaplah kekurangan yang kita miliki itu sebagai suatu kelebihan atau anugrah bagi diri kita yang sudah di karunikan Tuhan, karena Allah lebih paham apa yang terbaik buat hidup kita, karena Allah tidak pernah menciptakan  segala sesuatu itu dengan sia-sia,  jadi apapun kondisi hidup kita, kita harus tetap semangat, tetap tegar, tetap berjuang seperti orang kebanyakkan.  meskipun seseorang memiliki kesempurnaan hidup atau fisik yang lebih sempurna itu bukan jaminan buat orang tersebut bisa sukses atau bisa lebih baik, bahkan kadang-kadang sering bertolak belakang dari apa yang kita fikirkan selama ini, kita sering memfonis sesuatu mendahului takdir Allah, tidak jarang mereka yang memiliki kesempurnaan bisa di kalahkan oleh orang memiliki  berbagai keterbatasan fisik, itu sering kali terjadi dalam hidup ini, memang tidak mudah menjalani hidup ini banyak sekali kerikil-kerikil tajam  yang harus kita hadapi, tapi itu semua sudah menjadi sunatullah bagi kita, bahwa kita harus tetap menjalani hidup ini dengan penuh semangat, kesabaran dan keihlasan, dengan menata masa depan menjadi lebih baik lagi.

     Manusia memiliki kemampuan menilai suatu masalah biasanya melihat sebatas apa yang ada di hadapannya, apa yang dilihat oleh mata, apa yang didengar oleh telinga, apa yang dirasakan oleh hati,
      itu wajar saja karena manusia memiliki kemampuan yang sangat  terbatas yang sudah di fitrahkan pada diri kita yang namanya manusia, manusia tidak akan pernah mampu menembus batas  apa yang ada di langit ketujuh, Manusia tidak akan pernah mampu melihat apa yang terjadi di dasar lautan dengan mata telanjang, kita tidak akan pernah mampu mengetahui atau menilai apa yang akan terjadi pada diri kita keesokkan harinya, karena itu sudah merupakan fitra dasar manusia, kecuali manusia tersebut memiliki suatu kelebihan yang sudah diizinkan oleh Allah swt. jadi intinya manusia itu memiliki pandangan terbatas, pendengaran terbatas, penciuman terbatas dan lain-lain.

     Sebagai manusia yang memiliki berbagai keterbatasan dalam kehidupan baik itu seca bentuk fisik, keuangan, dan lain-lain janganlah kita merasa pesimis kita harus tetap maju, tinggalkan bayang-bayang kegagalan, tatap masa depan dengan penuh percaya diri,  hidup ini seperti orang  berperang di medan pertempuran, mundur hancur diam akan tergilas, tidak lain hidup ini harus maju kedepan, taatap masa depan dengan penuh optimis atau percaya diri ,  jangan takut jangan ragu, jangan bimbang, yang namanya di medan pertempuran apa saja bentuknya,  menang atau kalah dalam hidup ini itu biasa.
     Sering kita menilai bahwa orang yang memiliki pendidikan yang tinggi, harta yang cukup bahkan berlimpah  pasti yang terbayang dalam benak kita bahwa orang ini hidupnya bahagia, hidupnya akan sukses, padahal sebenarnya belum tentu seratus persen juga kebenarannya.

     banyak orang yang memiliki berbagai kecukupan,  berbagai kelebihan  tetapi dia tidak mampu mengolah nikmat itu dengan baik, yang terjadi adalah perceraian,  pengangguran, ketidak pastian hidup bahkan kehancuran,  terkadang kita melihat orang yang hidupnya  jauh dari kecukupan, bahkan memiliki keterbatasan fisik alias cacat, tetapi mampu menjadi orang yang sukses. Bahkan dia mampu memberi kehidupan lebih pada orang lain.

      Dalam menjalani kehidupan ini kita harus memiliki suatu keberanian yang tinggi, dalam merubah kehidupan ini menjadi lebih baik,  bagaimana kita bisa mampu menghidupi istiri, menghidupi orang lain, keluarga kita, bila kita menghidupi diri sendiri saja kita tidak mampu, kita tidak bisa.

      Dan sesungguhnya keberanian itu harus di ciptakan dari dalam diri kita sendiri, haruslah diupayakan, tidaklah datang dengan sendirinya , karena hidup ini adalah amanat, sukses atau gagal tergantung dari pola fikir kita hari ini, apa yang akan terjadi pada diri kita di kemudian hari itu tergantung pada pola fikir kita hari ini,
      Meskipun tetap kita harus percaya pada takdir Allah, akan tetapi Allah memberi amanat pada diri kita sesungguhnya agar kita bisa mengolah hidup ini, agar bisa bermanfaat buat diri kita maupun orang lain, karena Allah tidak akan pernah merubah nasip seseorang menjadi lebih baik lagi, kalau orang tersebut tidak mau merubahnya,

       sering pola fikir kita orang timur terpengaruh oleh mitos-mitos atau kebiasaan  lama  yang keliru meskipun tidak semuanya keliiru.  Misalkan anak perempuan tidak usah sekolah tinggi-tinggi karena pada ahirnya  dia akan kedapur juga kerjanya, pada hal Allah mengamanatkan pada kita semua tidak laki-tidak perempuan agar berlomba-lomba menuntut ilmu, baik ilmu dunia maupun ilmu aherat.

      Kalau kebiasaan lama  itu terus di lestarikan maka anak perempuan tidak akan pernah maju, sementara ilmu pengetahuan terus berkembang dan kaum perempuan akan menjadi mahluk yang tertinggal dan tertindas.
      Atau kebiasaan lama lainnya adalah bahwa kita merasa berada pada golongan kasta tertentu atau derajat yang paling rendah di bawah kelompok laninnya, seperti pada zaman nenek-nenek kita zaman dahulu ,
      sehingga kita beranggapan bahwa kita tidak punya hak untuk maju, karena orang tua kita bukan keturunan orang yang terpandang atau istilah lain, bukan keturunan berdarah biru,
     Jadi perasaan itu lah yang membuat orang jadi merasa rendah diri, sehingga menjadi karakter pada diri seseorang,  misalkan......  ah....saya ma.... tidak akan mampu menjadi orang yang sukses seperti orang lain, karena keturunan saya adalah orang-orang susah semua, bapak saya orang susah ibu saya juga, paman saya juga dan lain-lain.

      Justru itu semua sebagai penyemangat buat kita atau sebagai pendorong buat kita lebih giat lagi , lebih kerja keras lagi, agar citra hidup keturunan keluaraga  kita bisa berubah, karena pada dasarnya Allah tedak pernah membeda-bedakan hambanya, kecuali siapa hamba yang paling bertaqwa,

       Tanamkan dalam diri kita,  siapapun orang tua saya, saya harus menjadi orang yang berprestasi, meskipun orang tua saya seorang petani, seorang pemulung, saya tidak peduli, saya harus menjadi orang yang sukses , saya harus menjadi pengusaha yang behasil, karena keberhasilan adalah hak  semua orang, tinggal mau atau tidak kita menggapainya.
 
     Cara berfikir seseorang di hari ini penentu hidupnya  di masa depan, mau jadi apakah dia, mau jadi siapakah dia,  ditentukan pola fikir dan pola hidupnya hari ini, lingkungan sangat besar sekali pengaruhnya membentuk pola fikir seseorang, kepribadian seseorang bisa terbentuk dari lingkungan di mana dia tumbuh dan di mana dia di besarkan,

     Kalau kita banyak bergaul dengan tukang minyak wangi kemungkinan kita akan tertular bau wanginya, kalau kita banyak bergaul dengan tukang ayam potong kemungkinan kita akan tertular bau ayamnya, begitu pula kalau kita banyak bergaul dengan orang baik-baik, kemungkinan kita bisa menjadi orang baik-baik juga, begitupun sebaliknya, kalau kita banyak bergaul dengan orang-orang jahat kemungkinan besar kita sama seperti orang itu. Jadi lingkungan besar sekali pengaruhnya membentuk karakter seseorang.

      Misalkan yang pertama lingkungan yang paling dekat yaitu lingkungan keluarga, biasanya kebiasaan-kebiasaan lama atau mitos-mitos lama biasanya banyak di dapat dari lingkuangn keluarga seperti yang kita bahas diatas, yang kedua lingkungan masyarakat, kalau lingkungan masyarakatnya kurang mencintai ilmu pengetahuan tidak terbiasa membahas hal-hal kemajuan zaman, lebih suka atau lebih hoby bermain gaple bermain remi dan lain sebagainya maka akan sebatas itulah pola fikirnya.
     Setelah kita tanamkan pola fikir positif dalam benak kita, kita akan terbiasa dengan itu dan harus selalu kita biasakan, karena dengan pola berfikir positif itulah kita bisa berubah, meskipun kita memiliki keterbatasan namun bukan suatu penghambat buat kita untuk berkembang. Bagaimana caranya supaya hidup bisa berkembang  mulai dari saat ini, detik ini, rubah cara berfikir kita rubah cara tindakkkan kita, karena tanpa merubah cara tindakkan tidaklah ada artinya meskipun kita mempunyai pola fikir yang baik.

     Kekurangan dan keterbatasan bukanlah pengekang dalam kehidupan, ada bongkahan mutiara yang terpendam dalam diri kita yang apabila kita olah dengan baik dan benar maka akan mengangkat derajat hidup kita, itulah yang saat ini kita tidak pernah tahu, dan kita tidak mau tahu, mutiara apa yang ada dalam hidup kita, sebenarnya itu adalah rahasia Allah swt, rahasia apa yang ada dalam hidup kita itu merupakan suatu potensi yang apabila kita mau membongkarnya dengan semangat dan kerja keras semua itu pasti akan terkuak.

     Mari kita menoleh kebelakang pada zaman prasejarah atau pada zaman batu, manusia pada saat itu hidup dengan bebagai keterbatasan dan keterbelakangan yang hanya bergantung  pada alam saja, mereka belum mampu mengolah alam yang mengandung berbagai macam potensi untuk menjadikan hidup mereka lebih baik, untuk hiduppun mereka berpindah-pindah, mereka belum mampu mengolah makanan dengan baik, semua peralatan yang mereka pergunakan serba sederhana sekali, peradabannya jauh sekali berbeda dengan hidup kita saat ini, butuh waktu yang lama sekali bagi mereka, beberapa generasi yang harus di lalui untuk hidup lebih sempurna seperti saat ini.

      Allah Swt sudah menyiapkan alam ini dengan begitu sangat sempurna tidak ada kekurangan didalamnya, yang disediakan untuk manusia.
     Dengan seiring berjalannya waktu, manusia mulai berfikir, manusia mulai mempergunakan akal dan potensi yang ada dalam hidupnya, membongkar mutiara yang terpendam, mengolah alam,  memecahkan rahasia Allah Swt, selangkah demi selangkah peradaban kehidupan manusia mulai berubah, yang tidak bisa menurut akal menjadi bisa, yang tidak mungkin menjadi mungkin, manusa mampu meciptakan pesawat terbang, mobil, handpon, kompuiter, gedung bertingkat pencakar langit, bahkan sampai kebulanpun ditempuh untuk memecahkan sebahagian kecil saja rahasia Allah  hingga saat ini. Itu adalah merupakan suatu proses yang tidak instan, semua berjalan membutuhkan waktu perjuangan dan pengorbanan yang tidak sebentar, membutuhkan kebersamaan dan keselarasan hidup.

     Mengapa manusia harus hidup mengeluh, mengapa manusia harus hidup berdiam diri padahal banyak sekali potensi dalam hidup  yang bisa kita olah, yang bisa kita manfaatkan  tidak ada kata berpangku tangan, tidak ada istilah hidup bergantung pada orang lain, jadi beban orang lain, mari rubah pola berfikir kita, rubah cara hidup  kita, rubah gaya hidup kita  tidak ada yang mustahil dalam hidup ini, tidak ada yang tidak mungkin, tidak ada yang tidak bisa, yang tidak mungkin menjadi mungkin yang tidak bisa menjadi bisa, kuncinya hanya satu MAU MEMULAI. memulai dari diri sendiri, memulai dari saat ini, memulai dari hal  yang kecil, Kita bisa mengambil contoh dari diri kita sendiri, bila saat ini kita sudah bosan bekerja dengan orang lain seirng  dengan bertambahnya usia,  bahkan titik jemunya sudah sangat  memuncak sekali, mau mencoba suatu tantangan yanag lebiah besar yaitu berkarir sendiri, membuka usaha sendri lepas dari kungkungan orang lain, lepas dari perintah orang lain. apapun jenis usaha yang akan kita mulai, yakinilah insyaAllah kita bisa, kita mampu menjalaninya sampai tujuan,   memang untuk MEMULAI BUKAN HAL YANG MUDAH, yang namanya MEMULAI itu sangat berat sekali butuh perjuangan yang keras, kita harus mampu menaklukan batin kita sendiri, menaklukkan bayang-bayang kegagalan, di samping  banyak sekali tantangan-tantangan yang harus dihadapi baik tantangan dari diri sendiri, tantangan dari keluarga terdekat, dan tantangan dari lingkungan masyarakat sekitarnya.

     Tantangan dari diri sendiri adalah, menghadapi rasa takut gagal, rasa gengsi, rasa malu, malas, rasa bosan, semua akan berkecamuk dalam benak kita, mengganggu kosentrasi kita, melemahkan semangat kita dan lain-lain, itu baru tantangan datang dari diri sendiri, tapi ini sangat menentukan sekali, bila kita tidak mampu melawan perasaan negatif pada diri kita   melalui ini semua, meyakinkan diri kita, memompa semangat kita, hancurlah cita-cita dan pengorbanan kita selama ini, diri kita adalah penentu dalam hidup kita, tanamkan dalam fikiran kita, tanamkan dalam haati kita, kita harus sukses, kita harus maju, kita harus berkembang, kita harus berubah, siapa yang akan merubah diri kita kalau bukan diri kita sendiri, kita harus konsisten akan hal itu, apapun yang akan kita hadapi dan apapun yang akan terjadi .

      Yang kedua, tantangan datang dari keluarga terdekat kita, siapa keluarga terdekat kita, bisa istri, bisa anak, bisa kakak, adik, bisa orang tua kita sendiri, semua bisa menjadi batu sandungan buat kita, semua bisa mematahkan semangat perjuangan kita, itu biasa, kita harus mampu memberikan pandangan pada mereka, meyakinkan mereka, bahwa kita harus berubah, kita harus sukses dalam karir, kita tidak boleh  berpangku tangan, bergantung pada orang lain terus menerus, ada saatnya kita harus berdiri sendiri,  memang sekali lagi untuk MEMULAI itu tidaklah gampang, itu adalah proses yang  sangat berat dalam setiap perjuangan, apapun bentuknya perjuangan itu, hantu terberat adalah kata MEMULAI, kembali kita pada tantangan tadi, di dalam keluarga tantangan terberat  biasanya datang dari pihak istri kita sendiri, karena dia adalah pendamping hidup kita, teman tidur kita, dan dialah yang akan merasakan langsung dampaknya. Oleh karena itu kita harus benar-benar mampu meyakinkan istri kita.

     Peran istri sangat berpengaruh sekali dalam setiap usaha yang akan kita jalani, bila istri kita tidak mendukung secara penuh, itu adalah tantangan terberat, maka perhatian kita akan bercabang,  jangan-jangan usaha yang akan kita mulai ini gagal atau putus di tengah jalan, berapa uang dan tenaga yang sudah terbuang, waktu berlalu tanpa mendatangkan apa-apa yang ada hanya kerugian,  karena apapun bentuk usaha pasti kita akan menemukan bayang-bayang kegagalan, beri pengertian yang penuh pada istri, yakinkan bahwa kita mampu menjalani usaha yang kita pilih saat ini bisa kita jalankan dengan baik, karena biasanya dalam awal-awal membuka suatu usaha pasti banyak menemukan hambatan baik secara materil maupun secara moril, jadi peran dan dukungan dari istri sangat menentukan sekali mampu atau tidaknya kita menjalan sebuah usaha.

       Yang ketiga, adalah tantangan yang datang dari lingkungan masyarakat sekitar dimana saat ini  kita berdomisili, kita hidup tidak sendiri, kita hidup bermasyarakat dengan berbagai macam karakter dan kepribadian, datang  dari berbagai macam  suku dan daerah ada yang mendukung kita dan ada pula yang coba menjatuhkan kita,  dan kita tidak bisa lari dari keaadaan itu semua, apatah lagi kita tinggal di kota-kota besar atau di  komplek perumahan atau di mana saja, pasti kita akan menemukan berbagai macam hambatan cobaan dalam kita menjalani usaha itu, yang bisa memperlemah semangat kita mengganggu konsentrasi kita baik dalam bentuk cacian, hinaan atau dalam bentuk lainnya,  namun apapun bentuk gangguan yang datang atau apapun yang kita temukan janganlah sekali-kali kita menyerah, janganlah sekali-kali kita mundur hadapi dengan tabah, dengan doa, karena apa mundur hancur diam tergilas tidak lain kita harus maju, berhasil atau gagal itu urusan nanti, bayangkan kalau kesuksesan itu sudah   ada di hadapan kita.
MODAL USAHA

       Membuka suatu usaha dengan segala macam keterbatasan bukanlah hal yang mudah, tapi itu jangan jadikan suatu alasan buat kita untuk tidak mau mencoba, karena banyak sekali pengusaha sukses memulai usahanya dari nol,  bisa dikatakan tanpa modal atau modal seadanya saja, tapi bisa menjadi pengusaha sukses, tapi kalau kita berdiskusi dengan orang yang tidak yakin, pasti ini akan mejadikan suatu cemoohan yang besar, mana mungkin orang mau sukses berusaha  harus tanpa Modal, itu hanya omong kosong saja, itu hanya teori saja, mari kita tidak usah pedulikan orang yang memiliki fikiran seperti itu,  yang terpenting saat ini adalah kemauan yang keras untuk kita mau berubah dari yang biasa menjadi luar biasa, kalau kita memiliki tekat dan pendirian yang kuat, Allah Swt pun pasti akan meluluskan keinginan kita, meskipun akal sehat kita tidak mampu menerimanya, kita tidak tahu kuasa Allah, kita tidak tahu Rahasia Allah.

       Seperti kata pepatah banyak jalan menuju Roma, artinya banyak cara untuk menjadi sukses, Namun tentunya cara-cara  yang di ridoi oleh Allah Swt, kita harus banyak belajar dari orang-orang yang lebih dahulu sukses dari kita, kita harus banyak membaca buku-buku yang menuliskan tentang keberhasilan seseorang dalam menjalankan suatu  usaha dari modal yang kecil.

     Sebelum kita memulai suatu usaha kita harus lebih dahulu berkaca, potensi apa yang ada pada diri kita yang  bisa kita kembangkan, untuk bisa menjadikan suatu ladang usaha, karena tanpa adanya skill atau keahlian yang  cukup,  hanya dengan modal  tekat dan kemauan keras saja bisa dikatakan belumlah cukup, mungkin saja bisa, tapi akan banyak sekali hambatan yang akan kita  hadapi, oleh karena itu sambil menyelam minum air, sembari kita membuka suatu usaha, kita terus mengasah kemampuan dan keahlian kita dengan banyak membaca dan banyak belajar, yang terpenting  adalah jangan sekali-kali kita menyerah, jangan sekali-kali kita mundur, meskipun kita memiliki kemampuan yang terbatas atau modal yang sangat minim.

     Rasa optimis, atau KEYAKINAN YANG TINGGI dalam berbagai hal harus kita budayakan dalam hildup kita, Karena itu merupakan Suatu modal Utama dalam hidup untuk merubah suatu Keadaan, Kita ambil contoh Seorang Astronot dari Amerika yang bernama Neil Amstrong, Dia adalah Manusia pertama yang menginjakan kakinya Kebulan, dengan menggunakan Pesawat Ulang alig celenjer pada saat itu,  kalau kita kembali kepada keyakanan kita yang rendah, Apakah mungkin Manusia bisa sampai kebulan, itu suatu kerjaan yang mustahil,  itu adalah bualan saja, itu hanya dongeng saja, mana mungkin Manusia bisa sampai kebulan, namun pada kenyataannya dunia mengakui, dunia menyaksikan, di catat dalam sejarah , buah kerja keras Neil Amstrong dan tim nya, dia membawa suatu Ilmu pengetahuan yang sangat luar biasa tentang Antariksa, apa yang tidak mungkin dalam hidup ini, apa yang tidak bisa dalam hidup ini, susahkah  mewujudkan mimpi yang susah untuk di wujudkan, karena itu tidak masuk akal, di luar akal sehat, dengan berfikir Positif dan melalui percobaan demi percobaan pada ahirnya Neil Amstrong pun selamat sampai di bumi kembali, membawa berbagai informasi penting bagi dunai ilmu pengetahuan tentang Bulan.

     Contoh yang kedua adalah Thomas Alfa edison, Seorang Amerika yang sukses menemukan Listrik, Awalnya hanya dari hayalan, awalnya hanya mimpi dan coba-coba, sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin, yang tidak bisa menjadi bisa, karena dia memiliki suatu keyakinan yang sangat tinggi, meskipun dia mengalami ribuan kali gagal, ahirnya dia berhasil menciptakan listirik, yang saat ini kita rasakan sekali manfaatnya, kalau Thomas Alfa Edison Menyerah pada saat itu saat ia menghadapi ribuan kali gagal, mungkin kita tidak akan pernah merasakan terangnya listik, Ia benar-benar konsisten dalam mewujudkan mimpi dan cita-citanya meskipun ia menghadapi berbagai tantangan dan rintangan.

     Pola fikir kita selama ini harus segera di perbaharui, karena pola fikir ini kurang tepat kalau terus di budayakan, kalau terus di biasakan dan di  budayakan maka kita akan terus tertinggal dari bangsa lain terutama dalam hal kemandirian hidup, karena pola fikir ini  sudah mendarah daging dalam hidup kita,  dan pola fikir ini terus di ajarkan oleh orang tua kita, tanpa menyalahkan mereka, bila kita kembali melihat kebelakang pada saat kita masih kecil, waktu kita masih bersekolah pada sekolah taman kanak-kanak dahulu, guru kita sering bertanya pada kita, anak-anak....? nantik kalau kalian sudah besar mau jadi apa anak-anak ...?.... anak-anak akan menjawab, mau jadi insinyur...ibu guru ?,  mau jadi pegawai negeri.... ibu guru... ?,   sebenarnya sih tidak ada salahnya, semuanya benar, karena untuk menjadi insinyur atau dokter juga harus belajar dan berjuang keras, dan banyak juga pengusaha muda kita yang titelnya tinggi-tinggi bahkan profesorpun ada,  tapi jarang sekali guru kita mengarahkan kita, mau jadi apa anak-anak nanti kalau sudah besar...? mau jadi pengusaha sukses ibu guru..?  jarang sekali anak-anak menjawab seperti itu.

     Nah ! pola fikir seperti itu mari sedikit demi sedikit kita rubah agar pengusaha-pengusaha sukses banyak terdapat di negara kita indonesia ini, dengan banyaknya pengusaha muda  mandiri di negara ini maka akan juga mengurangi beban pemerintah untuk menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat, masyarakat akan mudah mendapatkan pekerjaan tidak perlu lagi harus jadi pekerja murahan di luar negeri,  bahkan sudah selayaknya pemerintah mendukung dan memberikan bantuan modal kerja kepada Masyarakat yang pada saat ini sedang merintis suatu usaha secara mandiri,  karena banyak sekali  pengusaha-pengusaha muda kita yang saat ini membutuhkan bantuan modal kerja, tanpa dukungan dan peran serta pemerintah secara serius maka rakyat kita akan menjadi bangsa yang kerdil terus menerus entah sampai kapan.

     Kalau kita mau mencontoh Negara Cina, di sana banyak sekali pengusaha muda yang membuka usaha dari rumah atau usaha rumahan dan produknyapun tidak kalah, bagus-bagus dan berkwalitas, padahal Cina memiliki jumlah penduduk yang terpadat didunia tapi rakyatnya tidak susah untuk mendapatkan pekerjaan, karena setiap orang di arahkan supaya bisa menjadi seorang pengusaha, sehingga lapangan pekerjaan banyak sekali tersedia di sana, banyak sekali industri rumahan  yang memproduksi berbagai macam produk, mulai dari motor, sepeda, henpon dan barang-barang elektronik lainnya, karena dukungan dan bantuan dari pemerintahnya cukup besar pada mereka rakyat di sana. Kita jarang sekali mendengar rakyat cina keleleran mencari pekerjaan kenegara lain, kita tidak pernah melihat rakyat cina di hukum pancung di Arab saudi atau negara lain, bahkan tidak ada, karena di negaranya sendiri pekerjaan sudah terpenuhi alias tidak sulit mencari pekerjaan. Setiap Masyarakat di sana dididik dan diarahkan untuk selalu menjadi pengusaha dengan mengembangkan industi rumahan, makanya produk buatan cina tersebar di berbagai Negara, termasuk di negara kita indonesia.

     Sudah saatnya rakyat indonesia makmur, apa yang tidak ada di Negara kita Indonesia ini, semua terpenuhi, semuanya ada,  hanya tekat dan kemauan keras Rakyatnya untuk berubah yang saat ini di perlukan, tidak perlu lagi adanya pengangguran, tidak perlu lagi rakyat kita jadi babu di luar negeri, mari kita  ciptakan lapangan pekerjaan meskipun dengan modal terbatas, lebih baik kita menjadi pengusah kecil-kecilan tapi milik kita sendiri dari pada kita bekerja pada perusaahan besar tapi milik orang lain, mau sampai kapan kita harus menjadi karyawan terus-menerus, umur akan terus bertambah, tenaga akan terus berkurang  apalagi kita hanya karyawan rendahan yang tidak punya jamininan masa depan yang jelas dari perusahaan tempat kita bekerja, okelah ada saatnya kita bekerja pada orang lain ada saatnya juga kita harus berusaha sendiri, kita bekerja pada orang lain dengan berbagai bidang pekerjaan itu perlu, karena disitulah kita dapat pengalaman, mendapatkan gambaran, mendapatkan masukkan berbagai macam keahlian yang bisa kita kembangkan nantinya.

     Banyak sekali pengusaha muda kita yang memulai usahanya dari nol bahkan dengan modal yang sangat  minim sekali, kita ambil contoh bimbingan belajar Primagama, siapa saat ini yang tidak kenal dengan bimbingan belajar tersebut, hampir seluruhnya anak-anak kita mengenal primagama, yang cabangnya tersebar di seluruh indonesia, berapa dia mengeluarkan modal untuk membuka usaha itu ?  hanya di awali dengan modal 50.000. < lima puluh ribu saja > , apa anda tidak percaya, tanya orangnya atau baca bukunya, bukunya tersebar di berbagai toko buku, berapa karyawannya saat ini, sudah tidak terhitung bahkan pemiliknyapun Bpk. H. Purdi Chandra. MBA mungkin lupa berapa jumlah karyawannya yang tersebar di seluruh Indonesia, itu hanya diawali dengan modal 50.000 saja, memang memulai itu tidak mudah, memulai itu berat sekali, banyak sekali cobaan, rintangan, gangguan yang akan di hadapi, tetapi apa bila sudah di jalani semuanya akan teratasi setahap demi setahap, begitu juga keberhasilan akan di capai setahap demi setahap juga, semuanya berproses, semuanya membutuhkan waktu, semuanya membutuhkan pengorbanan, mari kira rubah pola fikir kita.

     Yang kedua, yang sudah menjadi idola dalam masyarakat kita adalah budaya menjadi pegawai negeri, kita dan keluarga kita akan merasa bangga kalau kita berhasil menjadi pegawai negeri, dan memang pada saat era kempemimpinan Presiden Gusdur /  Abdurrahman Wahid, gaji Pegawai Negeri mulai di perhatikan, hampir setiap waktu gaji pegawai Negeri naik terus sampai pemerintahan Susilo Bambang Yudoyono , pada saat era Presiden Suharto, gaji Pegawai Negeri kurang mendapatkan perhatian, bahkan gaji pegawai negeri saat itu sangat menyedihkan, meskipun begitu minat orang untuk jadi pegawai negeri juga tidak pernah berkurang,  jadi sekaranglah eranya Pegawai Negeri mulai berjaya, mengapa orang berebut menjadi Pegawai Negeri....? alasannya karena bekerja menjadi Pegawai Negeri ada pensiunnya atau jaminan hari tua, dan yang kedua masyarakat selalu beranggapan bekerja menjadi pegawai negeri  itu gengsinya cukup tinggi, punya nama di tengah masyarakat, itu adalah alasan yang sangat dominan mengapa orang mau bekerja menjadi Pegawai Negeri baik di kota besar maupun di daerah, Nah persoalannya saat ini, adalah Untuk menjadi Pegawai Negeri golongan rendah saja itu bukanlah hal yang mudah, paling tidak ada dua persyaratan yang harus di penuhi oleh masyarakat di samping ijazah, yaitu diantaranya adalah koneksi dan komisi, keduanya saling melengkapi, susah bagi masyarakat untuk bisa jadi pegawai negeri dengan mulus tanpa keduanya itu, koneksi artinya masyarakat harus memiliki saudara atau orang yang cukup di kenal yang bisa jadi penghubung  secara langsung, sedangkan komisi, adalah sudah bukan rahasia lagi bagi masyarakat luas untuk bisa jadi pegawai negeri sipil  harus memiliki uang paling tidak dua puluh sampai dengan lima puluh juta rupiah, yang nanti akan di pakai untuk memuluskan seseorang bekerja menjadi pegawai negeri sipil , meskipun tidaklah semuanya pegawai negeri  seperti itu, ada juga yang sukses bekerja menjadi pegawai negeri dengan prestasi tanpa koneksi dan komisi, tapi rata-rata seperti itu,  pada zaman Presiden  Suharto dulu terkenal dengan Istilah KKN dan pada saat ini pun tidak jauh bebeda, tapi pada Zaman Suharto dulu  istilah KKN sangat kental sekali terdengar di telinga dan menjadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat luas, yang artinya kalau tidak salah korupsi, kolusi, nepotisme, disingkat menjadi KKN.  Nah apa bila seseorang sudah tercapai cita-citanya jadi pegawai negeri dengan proses husus tadi, apalah jadinya, maka yang terfikir saat ini adalah  bagaimana caranya uang yang sudah di keluarkan tadi bisa kembali lagi dengan cepat, sudah barang tentu akan menggunakan berbagai macam cara, baik itu dengan cara yang halal maupun dengan cara yang di haramkan alias KORUPSI.

     Mau sampai kapan kita mengikuti alur pola fikir seperti itu, seharusnya kita bekerja untuk mendapatkan uang akan tetapi kita malah mengeluarkan uang yang tidak sedikit jumlahnya, bahkan sampai ratusan juta rupiah, dengan maraknya praktek percaloan jual beli karir ini bahkan ada juga yang sampai tertipu oleh oknum-oknum tertentu, sehingga banyak sekali masyarakat kecil yang di rugikan, Nah kalau sudah mengeluarkan uang yang begitu banyak mau sampai tahun  kapan uang tadi akan kembali kalau gaji kita hanya satu juta setenga sampai dengan dua juta setengah sebulan,   alangkah lebih baik uang sogokkan tadi kita pergunakan untuk meciptakan lapangan pekerjaan, meskipun dengan usaha kecil-kecilan dengan membuka warung bakso, mi ayam pangsit, somai dan lain-lain kalau usaha ini kita kelola dengan baik  dan kita jalankan dengan penuh keyakinan pasti usaha itu akan berkembang dengan sempurna, yang terpenting adalah kita harus pelajari lebih dahulu seluk beluk usaha yang akan kita jalani itu sampai benar-benar kita kuasai praktek dan materinya, buang pakaian gengsi kita, buang pakain malu kita jauh-jauh, yakinkan diri kita bahwa diri kita saat ini adalah pengusaha meskipun baru di mulai dari usaha yang kecil, yakinkan diri kita bahwa saat ini kita seorang pemimpin, hilangkan sifat ragu, selalu bersemangat dalam segala keadaan, tanamkan selalu pemikiran positif dalam diri, agar kita selalu optimis dalam menghadapi berbagai masalah yang timbul, oleh karena itu mari kita rubah pola fikir kita rubah mental kita untuk menjadi seorang pengusaha sukses.

     Sekarang timbul pertanyaan, bagaimana saya bisa merubah pola fikir saya sementara saya tidak punya modal buat usaha ? mau minjam kemana atau mau minta kemana, saya dari dahulu pengangguran ?? buat hiduppun saya susah, keturunan kami dari dahulu keturunan susah,  ? kami tidak punya bakat buat Usaha.  Bung !!... hidup ini jangan banyak mengeluh, hidup ini jangan cengeng, yang terpenting adalah tindakkan dan perbuatan, jangan rubah pola fikir anda dahulu, rubah pola hidup anda lebih  dahulu, bagaimana anda bisa merubah pola fikir anda sementara pola hidup anda tidak menentu, keluyuran kesana kemari menghabiskan waktu, siang jadi malam malam jadi siang, sementara waktu habis di meja catur, gaple, mengobrol ketawa ketiwi yang tidak ada ujungnya dengan teman setia anda, bagaimana hidup anda bisa berubah, bagaimana pola fikir anda bisa berkembang  kalau pola hidup anda seperti ini ?? jangan salahkan orang tua anda, jangan salahkan keluarga anda, jangan salahkan lingkungan anda, jangan salahkan nasip anda,  salahkan diri anda sendiri, mengapa anda seperti ini, berarti ada yang salah dalam perjalanan hidup anda, kalau tidak anda sendiri yang berusaha merubah siapa lagi yang akan mau merubah nasip anda, Memang cukup berat untuk  merubah pola hidup anda selama ini, butuh perjuangan yang sangat keras sekali untuk bisa merubah semua kebiasaan hidup anda selama ini,  tinggalkan maksiat, pilih teman yang dapat merubah pola fikir anda menjadi lebih baik, tinggalkan masa lalu anda, sholat lima waktu mohon ampun pada Allah, minta petunjuk dan jalan keluar padanya, karena Dialah yang memegang kendali hidup  ini. Setelah anda mencoba merubah pola hidup anda menjadi lebih baik, anda  belum berubah juga, jangan putus asa berarti anda belum maksimal melakukannya, coba lagi perbaiki hubungan anda dengan Allah pengendali Alam, ini pemiik alam ini, dalam waktu dekat anda akan mendapat hidayah dan petunjuk untuk merubah pola fikir anda, setelah anda berhasil merubah pola hidup selama ini maka anda akan berhasil merubah pola fikir anda untuk hidup lebih mandiri dari hidup anda sebelumnya.

     Cara kedua untuk merubah pola fikir adalah dengan banyak membaca, banyak belajar tentang kesuksessan orag lain,  karena banyak sekali masukkan yang akan di dapat bila kita banyak membaca dan mempelajari bagai mana seseorang bisa sukses dengan sempurna, banyak sekali contoh bacaan yang menguraikan secara gamblang keberhasilan pengusaha Indonesia yang perlu kita tiru, bagaiman Bob sadino memualai usahanya dari bawah sekali, bagaiman perjalanan seorang Purdi candra pemilik Bimbingan belajar Primagama hanya dengan modal 50.000 saja memulai usahanya, dan lain-lain. dengan banyak membaca biografi orang-orang sukses tersebut akan membuka cakrawala fikiran kita menjadi lebih maju, menjadi lebih terbuka, menjadi lebih berani untuk mengambil segala resiko yang terburuk, karena tidak ada sukse tanpa resiko,  setelah alam fikiran kita mulai terbuka nanti kita akan mendapatkan gambaran usaha apa yang cocok  yang mungkin dapat kita coba, karena dengan banyaknya kita membaca maka otak kita akan terkontaminasi dengan bacaan tadi, yang akan menggiring hidup kita kedepan menjadi lebih baik, menjadi lebih optimis.

     Cara yang ketiga adalah apa bila kita belum berani membuka suatu usaha, disamping belum  memiliki modal kerja yang cukup, maka cari jalan keluar yang terbaik, sambil berdoa mohon pada Allah agar di berikan pekerjaan yang kelak  ilmunya  bisa menjadi bekal buat kita membuka  usaha sendiri,  berarti saat ini kita belum bisa membuka usaha sendiri karena dismaping belum punya modal  juga belum mempunyai keahlian yang cukup. dengan demikian kita harus mau menjadi seorang karyawan mulai dari bawah dulu guna menempa diri, memang hidup ini tidaklah gampang, di samping kita harus kreatif atau cekatan dalam memanfatkan peluang yang datang, karena biasanya kesempatan baik itu datang tidak bisa di duga, kalau tidak pandai-pandai memanfaatkan  kesempatan itu, maka kesempatan itu keburu diserobot oleh orang lain, Sekarang timbul lagi permasalahan baru siapa yang akan mau menerima kita bekerja, siapa yang mau menerima diri kita menjadi karyawan, jangankan untuk membuka usaha sendiri, mencari pekerjaan zaman sekarang ini sulitnya setengah mati, apalagi  kita tidak mempunya pendidikan yang cukup dan juga tidak memiliki kenalan yang bisa membawa kita bekerja, terus apa dong yang  bisa kita usahakan untuk merubah hidup,  jangan putus asa pasti ada jalan keluarnya, sekali lagi mohon pada Allah pemilik alam ini yang mengatur rizki semua mahluk, semakin dekat kita pada Allah, maka cepat atau lambat akan ada jalan keluarnya, percayalah itu, yang penting anda jangan berputus asa dalam hidup ini, karena Allah Swt sangat membenci orang yang berputus asa, tetap memiliki semangat yang tinggi dalam merubah kehidupan anda untuk menjadi lebih baik. Buang rasa gengsi buang rasa malu yang selama ini menjadi pakaian kita, minimal anda bisa bekarja sebagai pelayan toko, atau pelayan rumah makan dan lain-lain, dengan harapan anda bisa mengumpulkan modal sedikit demi sedikit yang nantinya bisa di pakai untuk modal usaha, suatu saat ilmunya pun bisa kita pakai, karana  kita harus sadari juga kita tidak bisa memilih-milih pekerjaan karena kita tidak memiliki pendidikan yang cukup, tapi jangan salah suatu pekerjaan yang kita anggap rendahan, apa bila pekerjaan itu bisa di kelola dengan benar dan baik akan medatangkan hasil yang luar biasa. Semua di mulai dari yang kecil dulu, di mulai dari yang rendah dulu, di mulai dari yang sulit dulu, tidak ada kesuksesan tanpa kerja keras, tidak ada perjuangan tanpa pengorbanan, semua dalam hidup ini berproses, tidak ada yang langsung jadi, semua butuh waktu, semua membutuhkan tahapan, kan sudah ada kata pepatah lama, Alam terkembang jadi guru, kita bisa belajar dari alam sekitar kita,  contoh Anak bayi saja sebelum dia bisa berlari dengan kencang,  dia harus merangkak dulu, setelah mrangkak, dia akan belajar berdiri, itu saja sudah memakan waktu beberapa lama , setelah dia berdiri dia akan berjalan selangkah demi selangkah sambil berpegangan pada dinding rumah, dan dia jatuh bangun  berulang-ulang, mengalami kegagalan secara berulang-ulang, begitulah seterusnya sampai bayi tersebut bisa berlari dengan kencang, itu proses yang tidak mungkin bisa di hindari, itu sudah merupakan hukum alam atau dengan kata lain sudah sunnatulloh, ketentuan dari Allah,  butuh waktu yang cukup lama bagi bayi tersebut bisa berjalan sampai dia bisa berlari,  kita bisa mengambil contoh dari seorang bayi, bagaimana perjuangannya untuk bisa berjalan dengan cepat, yaitu butuh waktu dan proses setahap demi setahap, begitu juga  dalam proses Manusia merubah kehidupan ini menjadi lebih baik.

SELALU BERFIKIR POSITIF

     Kekuatan alam fikiran kita sangat dahsyat sekali, semua diawali oleh alam fikiran, seseorang bisa menjadi A, bisa menjadi B, di awali oleh alam fikirannya, meskipun badan seseorang terbelenggu dalam penjara yang sangat kuat namun fikirannya tidak bisa terbelenggu, pemimpin-peminpin bangsa indonesia pada zaman masa penjajahan dahulu di penjara di buang di pulo terpencil, namun beliau masih bisa mengendalikan bangsa ini dari dalam penjara, kareana apa, karena kekuatan fikiran beliau tidak akan pernah terpenjarakan, seorang bandar sabu-sabu masih bisa mengendalikan bisnis haramnya dari dalam penjara  karena kekuatan fikirannya tidak akan pernah terkunci, dan masih banyak conto-contoh lain, yang selalu mengandalkan kekuatan alam fikiran, yang mampu menopang jalan hidupannya. Disamping itu Yang membedakan Manusia dari mahluk yang namanya binatang adalah alam fikiran itu sendiri, binatang di lebihkan oleh Allah adalah dengan nafsu, yaitu nafsu untuk makan, nafsu birahi dan nafsu lainnya, meskipun begitu binatang masih memiliki alam fikiran yang sangat terbatas sekali yang sangat jauh berbeda dengan kita manusia,  sedangkan manusia di lebihkan dengan alam fikiran yang lebih baik yang bisa di kembangkan tanpa ada yang bisa membatasi,  yang akan di gunakan untuk mengendalikan nafsu, membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang halal dan mana yang haram.

       Meskipun binatang di berikan kekuatan nafsu yang tinggi di banding alam fikirannya, tapi binatang mampu membesarkan anak-anaknya dengan baik tanpa bergantung pada siapapun, contoh seekor kuncing kampung saja di tengah-tengah kehidupan kita, yang kehidupannya berkeliaran dari kotak sampah yang satu kekotak sampah yang lain untuk mencari makanan sangat bertanggung jawab penuh terhadap kelangsungan hidup beberapa anak yang telah di lahirkannya, jarang sekali kucing apa bila dia sudah melahirkan akan metelantarkan anak-anaknya begitu saja, walau sesulit apapun dia mencari makanan dia tetap mejaga anak-anaknya, merawat anak-anaknya, dia akan menyusui anak-anaknya sampai anak-anaknya bisa mandiri mencari makan sendiri.

     Mulia sekali seekor kuncing, meskipun dia tidak memiliki pemikiran yang tinggi, tapi dia tetap memiliki rasa tanggung jawab baik terhadap dirinya sendiri maupun pada anak-anaknya, sedikit saja terdengar olehnya anaknya mengeong atau menjerit minta susu dia langsung berlari menghampiri anaknya, bahkan untuk menyelamatkan anak-anaknya dia bisa berpindah tempat untuk bebeapa kali, itulah rasa tanggung jawab seekor kucing pada anak-anaknya, dia mampu menghidupi dan membesarkan anaknya tanpa pernah bergantung pada siapapun, namun kadang-kadang berbeda dengan kehidupan manusia sendiri yang memiliki kesempurnaan baik  dalam fisik maupun dalam berfikir, untuk menghidupi diri sendiri saja kita selalu mengalami kesulitan,  apalagi kita akan menghidupi kehidupan  orang lain, karena kita tidak benar-benar bisa memanfaatkan fikiran kita secara maksimal, yang ada pada  diri kita hanya selalu mengeluh dan mengeluh, kita malas memanfaatkan potensi yang ada pada diri kita, pada hal alam sudah di sediakan oleh Allah untuk kita manfaatkan atau kita olah secara maksimal, namun kita sering tidak melakukannya, yang ada di fikiran kita hanya menunggu dan menugnggu ke ajaiban yang datang dari langit, kita sudah terbiasa denga budaya memakai dan memakai, bukan budaya menciptakan, yang belum ada menjadi ada, sehingga kita menjadi yang terbelakang dari yang lain, kita jadi korban tehnologi, kita jadi kelinci percobaan tehnologi terus-menerus, karena kita belum mampu mengolah yang belum ada menjadi ada. Bahkan kekayaan alam kita menjadi santapan orang-orang asing, namun kita hanya mampu bisa sebagai penonton saja. dimana hati nurani kita sebagai Bangsa yang besar.


      Mengapa orang asing mampu menciptakan hendpon, komputer, Mobil, pesawat terbang dan lain-lain, apa bedanya mereka dengan diri kita, sama-sama di berikan fikiran serta kelengkapan tubuh yang utuh, tidak ada bedanya mereka dengan diri kita, yang membedakan adalah kemauan dalam memanfaatkan dan mengolah alam fikiran yang sudah di lebihkan Allah kepada diri kita, kita lebih senang menidurkan fikiran kita ketimbang mengasahnya untuk sesuatu yang bermanfaat buat diri kita sendiri maupun buat anak cucu kita kedepannya, berbeda dengan mereka orang-orang asing mereka lebih senang mecari sesuatu yang belum bisa terpecahkan oleh alam, mereka selalu ingin tahu manfaat apa yang terpendam dalam suatu benda, begitulah mereka seterusnya, sebenarnya apa yang  tidak ada di Negeri kita tercinta  ini, semuanya lengkap, tinggal mental kejujuran serta semangat untuk mau berubah, semangat untuk mau mengolah alam ini yang saat ini kita butuhkan, apakah kita terus rela alam bangsa kita  terus di keruk oleh bangsa lain tanpa mimikirkan kelangsungan hidup Anak cucu kita nanti, yang pada ahirnya anak cucu kita akan menanggung imbasnya, akan menanggung limbahnya, sekarang pertanyaan bagi diri kita mau tidak kita memanfaatkan secara maksimal apa-apa yang sudah jadi milik kita ini, Indonesia yang sangat kaya ini, kekayaan alamnya tidak terhitung bahkan ada yang sampai saat ini belum tersentuh oleh tangan manusia, itu saja. Kita selalu menidurkan alam fikiran kita sendiri sehingga fikiran kita menjadi tumpul. Kita tidak mau mengasahnya sehingga kita tidak bisa berbuat apa-apa, oleh karena itu berfikir positif saja tidaklah cukup tanpa ada tindakkan  nyata yang kita lakukan.

     Berwira Usaha atau Berdikari ini harus sudah jadi budaya pada bangsa kita Indonesia, karena menurut survei Negara kita Indonesia termasuk negara yang tertinggal dan Negara yang paling kecil jumlah pewira usahanya, dari sekian jumlah penduduk indonesia jumlah pengusahanya hanya nol koma sekian persen saja, selebihnya adalah pekerja baik disektor industri maupun di pemerintahan, jadi sangat kecil sekali di bandingkan dengan negara-negaara lain, seperti negara singapura saja jumlahnya 9 persen, jepang 7 persen, Amerika 11 persen, jadi jauh sekali negara kita Indonesia tertinggal dari bangsa lain, jadi tidak salah kalau Negara kita di katakan sebagai bangsa kuli, di ejek sebagai Negara Indon oleh orang-orang malingsia,  kalau budaya jadi pengusaha di galakkan di Indonesia maka pengangguran jauh akan berkurang dan tidak ada lagi Bangsa kita bekerja di Negara-negara tetangga yang sering  tidak menghargai pekerja kita.karena pekerja kita di anggap sampah dan barang murahan, sudah berapa banyak tenaga kerja kita mati di Negara lain, yang matik membela kehormatannya karena akan di perkosa, mati karena di gantung di penggal kepalanya, matik di tembak hanya sekedar untuk membela kehormatannya, informasi terahir tanggal 25 April 2012, tiga orang lagi tenaga kerja kita mati di tembak oleh polisi di kuala lumpur malaysia secara membabi buta, kejadian ini terus berulang dan berulang, sungguh kasihan tenaga kerja kita, mereka meninggalkan Negara Indonesia yang bergelimang Emas namun mengorbankan nyawa hanya untuk mengerjar sedikit perunggu di Negara orang, sementara para pekerja asing yang bekerja di negara kita Indonesia hidup dengan terhormat, mendapatkan gaji yang mewah, apa yang salah sebenarnya di Negara kita Indonesia.

     Karena bangsa kita dari dahulu sampai saat ini sudah terbiasa  jadi pekerja dari pada jadi pengusaha, dan kurangnya peran serta Pemerintah untuk membina atau mendidik masyarakat menjadi pengusaha, karena jadi pekerja lebih aman dari segi pendapatan, tidak menanggung resiko kerugian, sehingga banyak sekali pengusaha luar negeri yang ramai-ramai datang membuka usah di negara kita Indonesia, memanfaatkan sumber alam Bangsa ini, sedangkan bangsa kita lebih suka jadi pekerja atau karyawan perusahaan tersebut dengan bayaran murah, yang menjadi kesenjangan adalah dampaknya pada warga setempat terhadap perusahaan asing tersebut, misalnya rusaknya lingkungan dengan berbagai macam pencemaran, tidak adanya kesejahteraan bagi penduduk setempat imbas dari pencermaran yang  di buat oleh perusahaan asing itu, sedangkan manfaatnya atau hasilnya di kirim ke Negaranya sendiri, secara tidak langsung mereka mengeruk hasil bumi bangsa ini secara besar-besaran, mengapa demikian?......itu karena kebodohan kita sendiri, kita belum mampu mengolah alam indonesia ini dengan maksimal, kita belum bisa memanfaatkan apa-apa yang sudah di anugrahkan pada Bangsa kita. kita lalai, kita terlalu santai tidak peduli dengan alam kita sendiri, kalau kita manfaatkan secara maksimal banyak sekali lapangan pekerjaan yang akan tercipta,  jadi banyak sekali kerugian yang di timbulkan oleh perusahaan asing tersebut. Mereka sebagai bangsa asing bangga sekali bisa membuka usahanya di Indonesia.   Mereka bisa mengeruk hasil alam Indonesia yang manfaatnya mereka bawa ke negara mereka masing-masing,  kita sebagai bangsa hanya dapat ampasnya saja.

     Sungguh sangat memprihatinkan dan menyedihkan sekali kita sebagai bangsa yang besar. Tapi tidak mempunyai kemampuan apa-apa, hanya bisa sebagai penonton saja, tidak bisa sebagai pemain, padahal dalam undang-undang dasar negara  kita sudah jelas-jelas di nyatakan bahwa semua hasil alam ini di pergunakan untuk kemakmuran rakyat, tapi pada kenyataannya hanya di nikmati oleh segelintir orang saja yang memang mempunyai kekuatan tertentu, sehingga merugikan rakyat secara keseluruhan, jadi sebagai anak bangsa kita harus berani melakukan pendobrakan dengan memanfaatkan segala sumber alam yang ada pada bangsa kita ini, mulai saat ini kita jangan cuek, kita harus peduli pada keselamatan alam kita sendiri. dengan mengembangkan Ilmu pengetahuan kita.

     Kita harus sadar nenek moyang kita sudah di jajah secara fisik oleh bangsa asing berpuluh-puluh tahun lamanya, sekarang kita di jajah lagi oleh mereka  dengan cara menguras hasil alam kita, karena apa, karena kebodohan kita sendiri, kita lebih senang bersantai-santai dari pada belajar dan bekerja keras, kita belum mampu mengolah alam ini dengan maksimal, makanya emas kita di keruk di papua sudah berpuluh tahun lamanya sampai saat ini belum juga tuntas, minyak bumi kitapun di keruk oleh mereka karena apa kita tidak mampu mengolahnya. Kita belum mampu mengolah minyak mentah menjadi minyak yang siap di konsumsi atau siap untuk di pakai, sehingga minyak mentah tersebut kita jual keluar negeri dengan harga murah setelah itu kita beli kembali dengan bentuk minyak yang sudah jadi seperti sekarang ini, bangsa kita belum memiliki tenaga ahli untuk itu, meskipun ada namun jumlah tenaga ahlinya belum sebanding dan peralatannya pun kita belum memilik, jadi cukup panjang sekali perjalanan kita untuk bisa mengahasilkan sesuatu tanpa bergantung pada negara lain. Mau sampai kapan kita seperti ini, hampir semua obyek-obyek fital Indonesia di kuasai oleh asing,   mau sampai kapan kita akan menjadi bangsa yang terbelakang, bangsa yang terjajah terus menerus, orang sudah sampai kebulan kita hanya berkutik di meja gaple dan pos ronda saja.

      Disinilah peran  pemerintah untuk bisa membina masyarakat kelas bawah untuk bisa berkembang menbawa dirinya masing-masing menjadi lebiih baik, pemerintah wajib menyiapkan dan  mengadakan pelatihan kewirausahan  untuk rakyat kecil, menyiapkan sarana dan prasaran dengan baik, ini adalah kewajiban Pemerintah, ini tidak bisa di lakukan setengah-setengah oleh pemerintah, pemerintah harus serius melakukan pelatihannya secara berkesinambungan sehingga rakyat memiliki bekal keterampilan yang memadai sampai bisa membuka usaha sendri, itu sudah merupakan tugas pokok dari pada pemerintah, tapi sampai saat ini apakah pemerintah sudah melakukan hal itu, kemungkinan kecil sudah tetapi belum maksimal, belum bisa menjangkau mesyarakat kelas bawah secara keseluruhan, mungkin baru hanya di wilayah-wilayah tertentu saja, karena apa, karena hampir tidak pernah kita melihat pemerintahan mengadakan suatu pelatihan-pelatihan yang benar-benar di kelola secara Profesional, paling tidak untuk menjadi ukuran buat kita, apakah di kelurahan-kelurahan setempat  pemerintah sudah membuat dan mejalani program  pelatihan tersebut,  secara kontinyu pada masyarakat kelas bawah tanpa henti ? kita rasa belum, karena  pemerintah masih sibuk mengurusi urusan politik, urusan partai, urusan kekuasaan, sehingga urusan rakyat terabaikan. Terlebih lagi birokrasi pemerintah yang sangat berbelit-belit sehingga menyulit kan pengusaha untuk bisa berkembang, pungutan liar terjadi di sana-sini tanpa kendali terutama pada para pengusaha kecil. jadi banyak sekali biaya-biaya tidak terduga yang harus di keluarkan, kalau ini terjadi secara terus menerus mau sampai kapan Pemerintah bisa mensejahterakan Rakyatnya, mulai dari Presiden  yang dulu sampai Presiden saat ini sama saja tidak ada perubahan yang mencolok, mencari pekerjaan sangat sulit, menciptakan pekerjaan pun juga sangat sulit, sehingga rakyat berlomba-lomba mencari pekerjaan keluar negeri dengan mengorbankan harga diri, di zolimi, di hini, di perkosa bahkan di hukum pancung, harusnya pemerintah malu dengan kejadian ini yang terus berulang tanpa henti, dimana lagi harga diri rakyat dan di mana lagi harga diri pemerintah sendiri, belum lagi korupsi yang terjadi sana sini tanpa henti, baik secara terang-terangan maupun secara tersembunyi, baik itu yang terjadi di Pemerintahan maupun yang terjdi di DPR sendri sebagai wakil rakyat, yang semuanya adalah menzolimi rakyat Indonesia, Persoalan Hukum juga tidak kalah peliknya, jual beli hukum tidak bisa di hindarkan, sudah tidak bisa lagi membedakan mana yang di hukum mana yang menghukum, rakyat di bikin bingung, yang berat jadi ringan, yang ringan jadi berat, yang jelas jadi samar-samar, yang samar-samar jadi terang, sudah tidak ada lagi kepastian hukum di Negara yang kita cintai ini, mulai dari kasus buruh Marsinah sampai dengan kasus Mesuji, semuanya menjadi gelap. dan yang lebih aneh lagi di dalam Penjarapun Gembong narkoba masih bisa mengendalikan bisnis haramnya.

     Kalau mau bicara jujur, Rakyat Indonesia berhak untuk hidup mewah, berhak untuk hidup lebih terhormat, selalu mendapatkan Supsidi, tunjangan dari Pemerintahnya, karena Indonesia ini kaya, semuanya terdapat di Indonesia, mulai dari Tiwul sampai dengan Pitza, tapi mengapa Rakyatnya sengsara, itu adalah pertanyaan yang sangat mendasar sekali, Penyebab utamanya adalah korupsi, korupsi terjadi dimana-mana, menurt survei Indonesia mendapat peringkat keempat dunia menjadi Negara terkorup, ini sungguh sangat memalukan sekali, tapi memang kenyataannya begitu, Mulai dari Koruptor kakap Edi Tanzil sampai saat ini Gayus tambunan, tercatat pada tinta sejarah Indonesia yang tidak akan terlupakan oleh rakyat Indonesia, belum lagi korupsi-korupsi kecil lannya, kasus Wisma atlit palembang dan pembengkakkan anggaran pembangunan Gedug DPR, baik itu gedung Banggar, pengadaan kursi rapat dan lain sebagainya, semuanya di permainkan dan di pertontonkan pada mata rakyat, sementara rakyat hidup dengan berbagai kekurangan, Bagaiman Rakyat tidak sengsara, bagaimana tidak ada yang busung lapar, bagaimana anak-anak tidak putus sekolah, kalau Penyelenggara Negaranya Kerjanya seperti ini, ini akan menjadi catatan Hitam bagi Rakyat yang tidak akan pernah terlupakan, Indonesi merupakan surga bagi Koruptor, baik koruptor kakap maupun koruptor kelas Ecek - ecek, ini bukan lagi menjadi rahasia umum, semua rakyat tahu, seolah-olah koruptor menjadi Profesi Terhormat di Negar kita Indonesia.  

     Indonesia saat ini di ibaratkan seperti peristiwa di desa porong sidoarjo < Lumpur Lapindo >, semua matrial yang ada di dasar  lumpur lapindo itu habis tergeruk keluar hari demi hari, detik demi detik, begitu juga dengan Negara kita Indonesia, semua yang ada di Indonesia ini akan habis di keruk oleh koruptor, semua di bawa kabur keluar Negeri dengan berbagai cara, maka lambat laun Indonesia ini akan Kropos, kering kerontang tinggal menunggu kehancurannya saja, mengapa demikian ? ya begitulah kenyataannya,  seharusnya yang mendapatkan supsidi hidup enak itu adalah Rakyat Indonesia tapi pada kenyataannya yang menikmati Supsidi dari Pemerintah adalah Koruptor. jadi tidak salah kalau koruptor menjadi sebuah Profesi Terhormat di Negara kita Indonesia.


     Namun janganlah kita berputus asa, selagi kita mau berusaha dan bergerak kedepan.  Memanfaatkan potensi yang ada pada diri kita, jauhkan fikiran negatif kalau kita tidak mampu berbuat,  tetap optimis dan selalu berdoa. Apapun jenis usaha yang akan kita jalankan InsyAllah pasti berhasil. Yakinlah dengan kekuatan dan fikiran kita sendiri.   Karena barang siapa bersunggu-sungguh dalam usahanya dia pasti bisa. orang yang sukses adalah orang yang Konsisten dalam mewujudkan keinginannya meskipun selalu berhadapan dengan berbagai tantangan dan cobaan dia tidak Menyerah. dan Kegagalan itu tidak akan pernah ada selama Perjuangan belum Berhenti.

KERJA KERAS
     Apa pun jenis usaha yang akan kita jalankan, apakah itu jenisnya Property, konfeksi, kuliner dan lain-lain, di tuntut keseriusan dan kerja keras yang tinggi, tanpa itu semua hanya buang-buang waktu, tenaga dan moddal saja, kalau kita sudah terlanjur melangkah menjadi seorang pengusaha apapun itu bentuk usahanya, janganlah kita menjalankannya dengan setengah hati, kita harus fokus menjalankannya, lain halnya kita saat menjadi seorang karyawan, kita bekerja dengan keteraturan waktu, mendapatkan gaji atau penghasilan secara teratur setiap bulannya. Pada saat hari minggu kita libur dan lain-lain, nah pada saat ini posisi kita jauh berbeda, kita saat ini adalah seorang pengusaha, yang sedang merintis suatu usaha, yang namanya merintis, semua pekerjaan harus kita tangani sendiri lebih dahulu, untuk menyusun suatu strategi, segala imajinasi dan pemikiran tertumpah ke situ.  kita harus mulai mencari lokasi tempat usaha yang strategis, apakah itu berbentuk ruko, toko atau pun lokasi lainnya, itu sangat membutuhkan waktu dan itu pasti melelahkan , setelah kita mendapatkan tempat usaha, yang pasti apakah itu dangan cara menyewa, atau pun  membeli, tentunya kita sudah memperhitungkan berapa anggaran yang sudah kita persiapkan untuk mendapatkan tempat usaha tersebut. Kita harus mengukur kemampuan kita untuk itu, setelah kita mendapatkan tempat yang cocok untuk usaha, kita harus membeli semua peralatan yang akan kita butuhkan untuk menjalankan usaha tadi. Setelah semua peralatan yang kita butuhkan telah tercukupi, kita tidak mungkin bekerja seorang diri, kita butuh karyawan yang bisa membantu menjalankan usaha ini, misalkan usaha yang akan kita jalankan saat ini adalah membuka usaha Agen property, kita harus merekrut beberapa orang karyawan  untuk kita tempatkan pada posisi staf dan posisi strategis lainnya, setelah itu kita membutuhkan beberapa orang marketing lagi yang bertugas di lapangan untuk mencari prodak, begitulah seterusnya sampai kita benar-benar siap menjalankan uahan itu dengan Profesional.

      Berapa tenaga yang harus kita keluarkan untuk itu, di samping modal usaha yang kita miliki, apakah modal itu sumbernya dari  meminjam, karena kita bukanlah orang yang mampu, ataukah modal kita milik sendiri,  mungkin pada saat kita bekerja sebagai karyawan dahulu kita bisa menabung sedikit demi sedikit  ,yang saat ini bisa kita gunakan untuk modal usaha, jadi banyak cara yang bisa kita upayakan untuk membuka suatu usaha, yang terpenting adalah kemauan kita untuk mau berubah dari kehidupan yang sekarang kepada kehidupan yang nantinya jauh lebih baik.


      Inilah awal kita menghadapi tantangan , sebagaimana yang sudah pernah kita bahas lebih dahulu, yaitu menghadapi tantangan dari diri kita sendiri,  berbagai macam perasaan akan kita rasakan, bercampur baur mengganggu alam fikiran kita, mana yang lebih dominan mempengaruhi diri kita, apakah fikiran positif atau   fikiran negatif, itu sama-sama ingin menguasai alam fikiran kita, rasa pesimis, rasa malas, rasa bosan, rasa putus asa, rasa  rendah diri  saling tarik menarik menggoyang fikiran dan hati kita, mengganggu konsentrasi kita, kita akan merasakan bayang-bayang kegagalan, bayang-bahang kebangkrutan, segala macam bayang-bayang akan kita rasakan, belum lagi cemoohan yang datang bertubi-tubi, ini adalah awal perjuangan yang sangat berat sekal, Kalau disini saja kita sudah menyerah, maka hancurlah semua cita-cita, hancurlah semua pengorbanan yang sudah kita keluarkan, karena ini adalah baru sebuah tantangan awal,  di butuhkan kerja keras, semangat yang tinggi, tekat yang kuat bahwa diri kita harus berubah dari kehidupan sebelumnya dan tidak mudah menyerah menghadapi setiap tantangan yang datang.

     Di saat waktu senggang bisa kita gunakan untuk membaca buku biografi orang-orang yang telah lebih dahulu sukses berbisnis, banyak sekali buku-buku yang bisa kita baca untuk kita jadikan suatu patokan bagi kita bagaimana semangat juang mereka dalam menghadapi berbagai kendala berbisnis ,   bagaimana kisah orang-orang sukses itu membangun suatu usaha dari nol, karena ini sangat penting sekali untuk menambah perbendaharaan wawasan kita, dan mengambil contoh-contoh baik dari pengalaman mereka, bagaimana kerja keras mereka dalam membangun usaha, ini sangat penting sekali, kalau kita ingin berkembang seperti mereka tidak ada salahnya kita meniru cara kerja mereka. seperti kata pepatah lama, alam terkembang jadi guru, meskipun itu susuatu yang keluar dari pantat ayam kalau itu telur harus kita ambil, jadi kita harus terus menimba pengalaman bisnis kapanpun, dimanapun, pada siapapun, jadi tidak ada kata terlambat, tidak ada kata gengsi untuk selalu belajar dan belajar dalam menambah wawasan.

     Tidak ada kata sukses tanpa kerja keras, kerja keras itu harus diimbangi dengan pengorbanan, korban waktu, korban tenaga,  korban materi, dan korban perasaan,  itu adalah rumus sukses, kita harus mengerahkan segala kemampuan kita dalam membangun usaha yang saat ini sedang kita jalankan, dan harus benar-benar fokus pada satu bidang usaha, tidak bisa bercabang dua, dalam tahap-tahap awal ini tenaga dan fikiran kita harus tertumpu dan tertuju pada usaha yang saat ini kita geluti, di butuhkan keseriusan, ketelitian, dan rasa tanggung jawab kita pada pekerjaan. agar usaha kita, pengorbanan kita tidak sia-sia, biasanya pengalaman orang-orang sukses mengatakan, dalam merintis suatu usaha apapun bentuk usaha itu masa satu tahun kedepan adalah masa  masa susah, masa sulit,  masa penataan, masa pengorbanan, jangan berharap untuk untung dulu, karena biasanya masa satu tahun kedepan itu masa penjajakan, masa belajar untuk membaca berbagai situasi,   kita akan menemukan berbagai macam bentuk kendala, namun dengan satu tekat kita tidak akan pernah menyerah.

      Sebagai mana sudah pernah kita bahas, kalau kita sudah terlanjur masuk dalam arena bisnis itu sama halnya seperti kita berperang dalam medan pertempuran, yang namanya berperang kita harus memiliki satu prinsip yaitu '' Mundur hancur, Diam tergilas, tidak lain harus maju kedepan, meskipun kita berhadapan dengan musus-musuh yang sangat tangguh, Menang atau kalah itu adalah urusan nanti, yang penting kita harus maju dulu, lawan dulu, hadapi dulu, meskipun nantinya andai kata kita kalah, tidak akan ada kata penyesalan dalam hidup, karena apa'' karena kita kalah dengan terhormat, kita kalah karena berbuat, itu wajar begitulah dalam berbisnis, kita harus coba dulu, harus maju dulu harus jalani dulu, meskipun dalam modal yang sangat terbatas, jangan fikirkan apa kata orang, apa penilian orang, yang penting apa kata kita, jangan fikirkan orang lain, karena yang merasakan langsung adalah diri kita sendiri, orang lain di luar kita adalah penonton, dalam arena sepak bola sebenarnya yang paling pintar itu bukannya pemain tapi penonton, atau komentator, mengapa demikian ? ya.. begitulah, penonton lebih pintar dari pada pemain, para komentator lebih ahli dari para pemain,  penonton pandai sekali menghakimi para pemain bola, dengan berbagai cercaan dan lain-lain. begitu juga dalam kita menjalani bisnis pasti banyak yang akan menyudutkan kita, mengomentari kita, mencemoohkan kita, merendahkan kita, karena apa'' karena mereka tidak menjalaninya, mereka hanya penonton, untuk apa fikirkan mereka, hanya membuang-buang waktu saja, yang menentukan hidup kita, masa depan kita hanyalah diri kita sendiri bukan orang lain.

      Namun yakinlah Allah swt sebagai Penguasa Langit dan Bumi akan memperhatikan kerja keras kita, perjuangan kita,kesungguhan kita, meskipun dalam modal yang sangat terbatas. karena semua manusia yang lahir ke dunia ini tidak membawa benda apapun, semuanya di usahakan di dunia ini, dengan usaha kerja keras, di samping faktor nasip atau takdir Allah yang sudah menjadi suratan pada diri seseorang, tugas Manusia adalah menjemput rezeki bukan mencari rezeki, kalau kita menjemput rezeki berarti Rezeki itu sendiri sudah ada tinggal mau tidak kita menjemputnya, dengan apa kita menjemputnya  ?  ya ....tentunya dengan usaha dan kerja keras kita, kesungguhan kita, namun kalau kita menjemputnya dengan bermalas-malasan, dengan santai, dengan pesimis, ya tidak ada artinya, karena apa yang kau usahakan itulah yang milikmu, semakin keras kita berusaha semakin besar kesempatan kita untuk mendapatkan yang terbaik. berbeda dengan mencari rezeki, yang namanya mencari itu belum tentu ada. jadi sesungguhnya Rezeki setiap diri manusia yang di lahirkan kedunia ini sudah ada, tinggal mau atau tidak kita menjemputnya.


KEGAGALAN DEMI KEGAGALAN

     Siapa sih orang di dunia ini yang tidak pernah merasakan dengan yang namanya KEGAGALAN, mulai dari rakyat jelata sampai dengan para penguasa pasti merasakan yang namanya gagal, apakah kita harus mundur, apakah kita harus menyerah, sekali lagi jangan !, kegagalan merupakan bumbu - bumbu dari pada kesuksesan, hampir semua pembesar -pembesar kelas dunia merasakan yang namanya kegagalan yang berulang - ulang.

MASA DEPAN DI TENTUKAN OLEH CARA BERFIKIR HARI INI





SODAKOH MEMPERLANCARA RIZKI